Pandemi
virus Covid 19 telah menjadi isu permasalahan kesehatan di Dunia yang menyebabkan banyak
kematian terutama untuk para Orang Tua atau Lansia yang sudah memiliki
sistem pertahanan tubuh yang lemah dan seseorang yang memiliki penyakit penyerta seperti HIV/AIDS,
Tuberkulosis, Asthma, penyakit Kanker dan Hati (Hepatitis B atau Hepatitis C). Virus Covid 19 tidak hanya menyebabkan
permasalahan dibidang kesehatan saja, tetapi juga mengakibatkan dampak yang
besar untuk kesejahteraan masyarakat seperti banyak anak-anak tidak dapat
bersekolah dengan efektif, melumpuhnya perekonomian Negara, meningkatnya angka
kriminalitas, beberapa perusahaan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)
dikarenakan menurunnya pendapatan atau income di perusahaan tersebut dan
berbagai sector industry entertainment/wedding organization tidak dapat
melakukan pekerjaan seperti biasanya untuk sementara waktu. Hal tersebut
terjadi karena virus covid 19 sangat mudah menular ke orang lain melalu
percikan air liur (droplet) yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan
yang berat bagi manusia yang tertular, dan salah satu upaya untuk tidak
tertular adalah kita melakukan physical distancing atau social distancing dan menghindari keramaian
atau kerumunan untuk sementara waktu sampai pandemi ini teratasi. Jumlah pasien Corona di Indonesia semakin meningkat, per
tanggal 21 april 2020 kasus Covid 19 mencapai 7135, pasien sembuh sebanyak 842 dan jumlah
pasien meninggal sebanyak 616. Jumlah angka tersebut akan semakin banyak bila
masyarakat tidak patuh mengenai protokol kesehatan yang berlaku.
Saya
akan menjawab berbagai pertanyaan mengenai virus Covid 19 yang akan saya jawab
berdasarkan literature yang valid dari WHO (World Health Organization) dan CDC
(Center of Disease Control). Saya buatkan blog ini sebagai bentuk kepedulian
untuk teman-teman yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai penyakit tersebut
sehingga kita bisa terhindar dari virus covis 19 dan menjaga hidup kita lebih
sehat.
1. Apakah
definisi coronavirus ?
Coronavirus
termasuk golongan besar virus yang dapat menyerang manusia dan hewan. Jika menginfeksi manusia dapat menyebabkan
infeksi saluran pernafasan,gejala yang ditimbulkan seperti flu, batuk, pilek,
demam dan bahkan bisa menyebabkan penyakit yang berat. Covid 19 masih dalam 1
golongan dengan virus MERS (Middle East Respiratory) dan SARS, yang
gejalanya mirip dengan virus Covid 19. Virus MERS penularannya berasal dari hewan unta sedangkan virus SARS penularannya berasal dari hewan musang.
2. Apa
definisi dari Covid 19 ?
Covid
19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh golongan coronavirus tipe yang
baru dan virus tersebut dapat menginfeksi saluran pernafasan, usus, ginjal dan
jantung. gejala yang dapat diimbulkan seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, badan terasa letih, lemas dan nyeri dibagian tubuh bahkan dapat menyebabkan sesak nafas (gangguan pernafasan). virus tersebut memiliki masa inkubasi 1-14 hari. Wabah covid19 ditemukan pertama kali di kota Wuhan, Negara China di
bulan desember 2019 dan diduga penularannya berasal dari hewan kelelawar.
3. Apakah
Covid 19 sama seperti SARS ?
Covid
19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus
yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003.
Hanya berbeda dari jenis virusnya, virus sars ditularkan awal mula oleh
hewan musang, sedangkan Covid 19 diduga penularannya berasal dari kelelawar. Gejala
yang ditimbulkan mirip dengan SARS yaitu berupa demam tinggi, batuk, flu, dan nyeri dibagian tubuh serta gangguan pernafasan. Namun angka kematian SARS (9,6%) lebih
tinggi dibandingkan Covid19 (<5%), walaupun jumlah kasus Covid19 jauh lebih
banyak dibandingkan SARS.
4. Apa
saja gejala yang ditimbulkan oleh virus Covid 19 ?
Gejala
yang paling sering ditimbulkan yaitu demam (>38c), letih, batuk, pilek/bersin,
sakit tenggorokan dan diare. Gejala tersebut bervariasi di setiap orang yang
terinfeksi, ada yang menimbulkan gejala yang ringan atau berat. Bahkan beberapa
orang ada yang sama sekali tidak menunjukan gejala padahal orang tersebut sudah
terinfeksi atau OTG (Orang Tanpa Gejala) namun walaupun tanpa gejala dapat menularkan virus ke orang disekitarnya.
Gejala
yang ditimbulkan dapat menjadi berat dan bisa menyebabkan kematian bila virus
covid 19 menginfeksi seseorang yang memiliki penyakit kronis seperti Diabetes,
hipertensi(darah tinggi), kanker, tuberculosis, Kusta(Lepra), Asthma, anak-anak dengan down syndrome dan hidrosefalus,
para Lansia yang status kesehatannya kurang baik seperti Lansia yang berada di Panti Asuhan, tuna netra dan pengemis dipinggir jalan yang memiliki imunitas yang rendah bahkan mereka belum memiliki APD untuk melindungi dirinya, tentunya akan rentan tertular virus Covid19. Maka dari itu bila seseorang yang
memiliki imunitas tubuh yang rendah tersebut terinfeksi virus corona, perlu
mendapatkan penanganan yang khusus dari tim medis di Rumah Sakit. dan kita bersama- sama saling membantu sesama yang kurang mampu untuk bisa bertahan hidup dari situasi Pandemi Covid 19 dengan melakukan bakti sosial dan penggalangan dana.
5. Bagaimana
virus Covid 19 menyebar ? dan apakah virus Covid 19 dapat menempel di
benda-benda sekitar kita ?
Virus
tersebut dapat menyebar melalui percikan
air liur (droplet) yang ditularkan dengan cara batuk, bersin atau berkomunikasi
dengan pasien covid 19. Dan virus covid 19 dapat menempel di benda-benda dalam
waktu beberapa jam hingga beberapa hari yang memiliki potensi menularkan ke
orang lain. WHO dan jurnal Medscape mengatakan virus tersebut dapat bertahan di
plastik, kertas, benda berbahan kaca dan kayu selama 4 – 5 hari. maka dari itu kita perlu
melakukan pencegahan supaya tidak tertular dengan melakukan physical distancing
berjarak 1 meter (6 kaki), menggunakan masker saat berpergian dan disaat anda
merasa kurang sehat, gunakan handsanitizer dan lakukan desinfeksi untuk
benda-benda yang sering anda gunakan supaya virus dan bakteri dapat terbunuh dengan efektif, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir minimal 20 detik dengan menerapkan 6 langkah cuci tangan dari WHO sebelum dan setelah beraktivitas.
6. Apakah
sudah ada vaksin untuk covid 19 ?
Sampai
saat ini belum ada Vaksin untuk Virus Covid 19, dan vaksin tersebut masih dalam
tahap uji coba/pengembangan uji klinik.
7. Apakah Antibiotik efektif untuk mencegah dan
mengobati covid 19 ?
Antibiotik tidak efektif dan tidak digunakan untuk
membunuh virus covid 19, antibiotik hanya diberikan bila seseorang terinfeksi
bakteri. Untuk pasien covid 19 yang sedang dalam perawatan bisa diberikan antibiotik
bila pasien tersebut selama perawatan mengalami infeksi sekunder atau
terinfeksi bakteri selama perawatan di Rumah Sakit. Pengobatan untuk pasien Covid 19 adalah hanya bersifat suportif care seperti pemberian cairan infus (mencegah dehidrasi), pemberian antipiretik (mengatasi demam), pemberian obat batuk dan analgesik (mengatasi nyeri ditubuh) serta ventilator (alat bantu nafas) untuk pasien mengalami sesak nafas. dan selalu dimonitor untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien tersebut. Untuk saat ini Food Drug Administration telah memproduksi obat Remdesivir (Anti Virus) dan telah menjelaskan bahwa obat tersebut bisa meningkatkan fase pemulihan pasien yang terinfeksi Covid 19.
8. Bagaimana
membedakan antara sakit akibat infeksi covid 19 dengan influenza biasa ?
Orang
yang terinfeksi covid 19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran
pernafasan yang sama, seperti demam, batuk, pilek. Walaupun gejala sama tetapi
penyebab virusnya berbeda. Sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing
penyakit tersebut. Alangkah lebih baik bila disertai pemeriksaan laboratorium
untuk mengkonfirmasi apakah seseorang terinfeksi Covid19 atau tidaknya. Bagi seseorang
yang mengalami demam, batuk, pilek, sesak nafas dan ada riwayat berpergian ke
daerah endemis covid 19 dan berkontak erat dengan seseorang yang mengalami
covid 19, sangat dianjurkan ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan
penanganan lebih lanjut.
9. Apakah
saya harus menggunakan masker ?
Pemakaian
masker sangat dianjurkan untuk masyarakat agar tidak tertular oleh partikel virus covid
19, masker yang digunakan masyarakat non medis bisa dengan masker kain untuk mencegah virus masuk ke tubuh kita dan sudah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan,
namun alangkah lebih baiknya masker kain tersebut dilapisi tissue dibagian
dalam atau menggunakan masker kain 3 lapis supaya memiliki filter yang baik. Masker kain dapat diganti setiap 4 jam dan
setiap harinya perlu dicuci. Masker bedah dan masker N95 hanya digunakan untuk
kalangan tim medis dan pasien covid 19 yang sedang dalam perawatan supaya virus
tersebut tidak mudah menyebar, dan supaya APD yg dibutuhkan oleh tim medis tidak menjadi langka untuk dicari.
10. Berapa
lama waktu yang diperlukan sejak tertular/ terinfeksi hingga muncul gejala
penyakit infeksi covid 19 ?
Waktu
yang diperlukan dari seseorang terinfeksi sampai menimbulkan gejala disebut
masa Inkubasi. Saat ini masa inkubasi Covid-19 diperkirakan 1- 14 hari dan pada
umumnya seseorang sudah mulai menimbulkan gejala di hari ke 5 setelah
terinfeksi Covid 19. sebaiknya jika sudah menunjukan gejala ke arah infeksi Covid 19, segere ke Rumah Sakit atau ke Pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan laboratorium seperti PCR atau Rapid test atau pemeriksaan mikrobiologi atau Swab Tenggorokan sebagai alat deteksi untuk kuman virus covid 19.
11. Bagaimana
cara mencegah penularan virus corona ?
Beberapa
cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah
- Menjaga kesehatan tubuh dan mental agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
- Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau handrub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
- Tutup hidung dan mulut ketika anda batuk atau bersin dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
- Hindari kontak dengan orang lain dalam jarak dekat atau bepergian ke tempat umum.
- Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
- Gunakan masker dengan efektif hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
- Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda dengan sabun dibawah air mengalir selama minimal 20 detik.
- Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
- Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
- Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.
Semoga
blog QnA tentang Covid 19 yang sudah dibuat bermanfaat dan menambah wawasan untuk teman – teman yang membaca, jawaban
yang sudak aku jawab tersebut Puji Tuhan sudah valid karena mengacu pada literature WHO (World Health
Organization), CDC (Center of Disease Control) dan Kementrian Kesehatan. Stay healthy and keep in Safe untuk teman-teman
semuanya , semoga pandemic ini cepat berakhir. Amin. Salam sehat dari saya ( dokter Made Agung Prasetya Adnyana Yoga).







Comments